• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Tanpa Gerakan, tidak ada Kedukaan, tidak ada Kegembiraan, tidak ada Emosi dan Semangat!

"Dua puluh tahun dari sekarang, kita akan lebih kecewa pada hal-hal yang belum pernah kita lakukan daripada yang sudah pernah kita kerjakan. Jadi, ambillah resiko dan bergeraklah sekarang juga!"

Seringkali kita menggunakan waktu luang untuk membayangkan cita-cita dan mimpi di masa depan. Entah itu memiliki rumah besar, mendapatkan beasiswa luar negeri atau menjadi terkenal karena bakat yang di miliki. Ada banyak hal besar yang sudah otak kita program kerja-kan. Tetapi, semua itu hanya mimpi dan cita-cita saja, belum ada satu pun yang menjadi kenyataan. Apa sebabnya? MALAS! 

Malas merupakan kebiasaan yang sering menjadi Penghambat dalam melaksanakan perubahan. Malas ialah bentuk umum dari keenggangan kita melepaskan zona yang dikatakan nyaman. Malas menghambat kemajuan kita dan membuat menunda bahkan tidak sama sekali melakukan hal-hal hebat yang kita bisa. Kenyamanan untuk tidak melakukan hal-hal yang memerlukan usaha begitu melekat, sehingga sulit bagi otak memerintahkan tubuh untuk bergerak. 

Ironisnya, keadaan rasa nyaman ini di dukung oleh kemajuan zaman dan kecanggihan teknologi. Berbagai gadget diciptakan untuk mempermudah kehidupan, sekaligus membuat tidak banyak bergerak. Kita tidak perlu bangun dari tempat tidur untuk menyapa dan melihat situasi dunia, semua bisa dilakukan melalui jaringan internet. Tidak heran jika kita sering mendengarkan orang tua mengatakan bahwa generasi sekarang adalah generasi pemalas. Meskipun, pendapat tersebut tidak seluruhnya benar. 

Kekurangan gizi juga dapat memunculkan rasa malas, tubuh yang kekurangan nutrisi menjadikan mudah lelah dan Membuat mood menjadi buruk. Kombinasi keduanya membuat kita menjadi tidak bisa bergerak menyelesaikan satu tugas pun. Padahal, di depan mata sudah menunggu pekerjaan yang harus segera di selesaikan. 

Kekurangan nutrisi tidak selalu disebabkan oleh kemiskinan. Orang miskin memang sering kali tidak memiliki kecukupan uang untuk membeli makanan bergizi. Namun, orang yang berkecukupan pun rentan dari kekurangan nutrisi. Gaya hidup dan pola makan yang tidak teratur lah penyebab hal demikian, mereka cenderung tidak bergerak dari tempatnya untuk melakukan kegiatan apapun karena tubuhnya sedang tidak sehat, lelah dan kekurangan gizi. 

Nahh,,, keadaan-keadaan yang diciptakan oleh rasa malas ini memanglah manusiawi, sesekali boleh-lah kita bermalas-malasan dan tidak melakukan apapun seharian. Namun, jika hal tersebut di biasakan tiap hari, hal tersebut tentu saja tidak bisa di terima. Khususnya untuk meraih keberhasilan. Sebuah kesuksesan tidak pernah mendekati kenyamanan, Sedang pemalas tidak menyukai usaha sekecil apapun. Di dalam pikiran seorang pemalas, kesuksesan bisa diraih nanti, yang penting menikmati rasa nyaman dulu. Pertanyaanya, kapankah yang dimaksud "nanti" itu? 

Kemalasan adalah cara terbaik membiarkan orang lain menjadi lebih sukses daripada kita. 

Oleh; Slamet Muttaqin Amin, Mahasiswa IAI BBC Cirebon | Rabu, 12 Mei 2021, 12:00WIB
Share:

BERKAH COVID 19 (BPNT, PKH, BLT, sampai BST Kemensos) "Mendekati Suci, Melewati Suci sampai Kembali Suci"

Penyampaian kritik, merupakan perwujudan cinta terhadap negara. “…ingin memberikan sumbangsih sebuah pemikiran (politik) mengenai sebuah konsep negara yang bagus untuk dijalankan oleh Indonesia kedepannya”.

Tanpa kritik kekuasaan cenderung dijalankan secara korup. Apalagi selama ini akar kegaduhan berikut permasalahan negara mendasar belakangan tak terlepas dari “segi mengonsep negara”. Disadari atau tidak, bila masalah paling elementer saja belum selesai, problem sertaan yang mengiringi tidak akan terselesaikan.

Dasar permasalahan yang dihadapi indonesia meliputi ketidakjelasan kedudukan negara dan pemerintah. Distribusi kekuasaan pun berjalan sengkarut. Memang, sejauh dicatat peneliti, negara Indonesia mengadopsi sistem pemerintahan presidensial: tak ada pemisahan fungsi kepala negara dan kepala pemerintahan. Belum lagi perbedaan itu disandingkan dengan posisi rakyat, betapa semakin lengkap dan kentara kegamangan itu.

Benih-benih feodalisme masih menghunjam kuat di tubuh aparatus kekuasaan, sekalipun ruh demokrasi terus direproduksi di tiap mimbar. Masalah ini semakin kompleks ketika diperhadapkan dengan penyebutan pegawai negeri sipil karena sebetulnya mereka tak ubahnya pegawai sipil pemerintah.

Pemerintah berikut turunan paling bawah seharusnya mengabdi kepada rakyat. Namun, praktik selama ini justru sebaliknya. Rakyat malah harus menghamba kepada birokrat, baik level kelurahan, kecamatan, kebupatian, kegubernuran, kementerian, maupun kepresidenan.Pemimpin serta kepemimpinan hendaknya menguasai medan di lapangan secara utuh dengan kualitas keilmuan yang dimiliki.

“beda antara keluarga dengan rumah tangga, antara kepala keluarga dengan kepala kepala rumah tangga, termasuk antara almari kas negara dengan laci kas rumah tangga, juga antara bendahara dengan kasir,” catat peneliti. Pembagian ranah kekuasaan ini sesungguhnya menggarisbawahi bagaimana negara dan pemerintah memiliki cakupan yang berlainan. Keduanya seharusnya memiliki tugas dan wewenang masing-masing. Tidak malah dijalankan sekaligus oleh presiden, baik sebagai kepala negara maupun pemerintahan.

Kritik adalah bagian dari kebebasan berpendapat. Penyampaian kritik, baginya, merupakan perwujudan cinta terhadap negara.
Share:

VISI DAN MISI MA AN-NUR SETUPATOK

VISI
Membangun Kekuatan umat melalui pendidikan islam, yang di kelola secara profesional dan beramal, memadukan sistem pondok pesantren dengan sistem pengajaran modern dan menjadi sentral pendidikan, pembinaan dan pengembangan ilmu pengetahuan bagi masyarakat.
MISI
Terwujudnya umat yang berkualitas, melalui pendidikan islam.
Terwujudnya sistem pendidikan islam yang di kelola secara profesional dan beramal.
Terwujudnya sistem pendidikan yang memadukan pola pengajaran pesantren dan sistem pengajaran modern.
Terciptanya sistem pendidikan yang memiliki imtaq dan iptek.
Terciptanya institusi pendidikan islam, yang menjadi sentral pembinaan pendidikan dan pengembangan ilmu

paling banyak dilihat

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Program Umum Perjuangan FMN yang telah dirumuskan tersebut adalah : 1. Mendukung dan ambil bagian dalam perjuangan rakyat tertindas di Indonesia untuk membebaskan diri dari belenggu imperialisme, feodalisme dan kapitalisme birokrat menuju Indonesia yang merdeka dan demokratis. 2. Mendukung perjuangan buruh, tani, kaum miskin kota, kaum perempuan dan suku bangsa terasing dan seluruh rakyat tertindas di Indonesia untuk mendapatkan jaminan dan perlindungan atas hak-hak demokratisnya. 3. Memperjuangkan sistem pendidikan yang ilmiah, demokratis, dan mengabdi kepada rakyat. 4. Memperjuangkan nasib pemuda dan mahasiswa untuk mendapatkan hal atas pendidikan dan lapangan pekerjaan.

Pantau Tulisan Kami

Cari Blog Ini

MA AN-NUR SETUPATOK

MA AN-NUR SETUPATOK

Membangun Kekuatan umat melalui pendidikan islam, yang di kelola secara profesional dan beramal, memadukan sistem pondok pesantren dengan sistem pengajaran modern dan menjadi sentral pendidikan, pembinaan dan pengembangan ilmu pengetahuan bagi masyarakat

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Sample Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.